Mengapa Ganjil?

  • Suatu sore di depan sekre apres
  • Ingka: Mau takoyakiii.
  • Untung: Belinya dimana?
  • Ingka: Itu lho di *menyebut suatu tempat*
  • Untung: Ah jauh, dapet berapa sih?
  • Ingka: Dapet lima kalau nggak salah.
  • Untung: Lima? Kenapa nggak genap aja sih? Biasanya kan juga enam atau delapan gitu, nanti berebut.
  • Sahap (tiba-tiba): Bukan, justru lebih baik kalau dapetnya ganjil karena dari situ kita bisa saling berbagi. Entah yang takoyaki yang terakhir itu dipisah atau salah satu merelakan.
  • Kepikiran aja

Software Teknis Lapangan

  • Arya: (lagi ngobrolin teknis lapangan/teklap pengmas) Bed, lo nanti yang bikin teklap ya. Tapi bikinnya yang banyak, kalau bisa variabelnya per sekian menit keterlambatan dan tergantung berapa orang yang terlambat (ceritanya bercanda)
  • Obed: Wah kalau gitu gw bikin software aja deh, nanti kita tinggal input aja, "Masukkan jadwal acara, masukkan durasi acara..." gitu-gitu.
  • (Hening sejenak)
  • Obed: Kayaknya udah ada deh softwarenya, namanya Microsoft Word.

Set your goals

…But some humans think they are more intelligent than the Creator so they choose to follow their own desires and live a very painful and troublesome filled life.

Laskar Cinta

Kembali ke zaman dimana saya masih SMP, saya adalah fans dari Dewa 19 terlepas dari segala kontroversi yang dilakukan Ahmad Dhani. Album yang membuat saya langsung jatuh hati adalah ‘Bintang Lima’ dengan Roman Picisan-nya yang saya ulang entah berapa kali dalam sehari walaupun bentuknya masih kaset, kemudiam dilanjutkan dengan ‘Cintailah Cinta’ yang hits hampir sealbum, ‘Laskar Cinta’ yang sempat menghebohkan blantika musik Indonesia dengan simbol-simbolnya, lalu ‘Republik Cinta’ dimana Dewa 19 nampak berusaha agak melepas image kontroversinya dengan hanya memasukkan satu lagu yang berbau sufisme, yaitu ‘Laskar Cinta’ (nama lagu, bukan album).
Lagu itu sendiri banyak mengutip dari Al-Quran, terutama di bagian akhir seperti pada surat Al-Hujurat: 13 yang artinya:

“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih takwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).”

Lirik lengkap lagu tersebut adalah sebagai berikut:

Wahai jiwa-jiwa yang tenang
berhati-hatilah dirimu
kepada hati-hati yang penuh
dengan kebencian yang dalam

Karena sesungguhnya iblis
ada dan bersemayam
di hati yang penuh dengan benci
di hati yang penuh dengan prasangka

Laskar cinta
Sebarkanlah benih-benih cinta
musnahkanlah virus-virus benci
virus yang bisa rusakkan jiwa
dan busukkan hati

Laskar cinta
Ajarkanlah ilmu tentang cinta
karena cinta adalah hakikat
dan jalan yang terang bagi semua
umat manusia

Jika kebencian meracunimu
kepada manusia lainnya
maka sesungguhnya iblis
sudah berkuasa atas dirimu

Maka jangan pernah berharap
Aku akan mengasihi
Menyayangi manusia-manusia
Yang penuh benci seperti kamu.

Wahai jiwa jiwa yang tenang jangan sekali kali kamu
mencoba jadi tuhan dengan mengadili dan menghakimi

Bahwasanya kamu memang tak punya daya dan upaya
serta kekuatan untuk menentukhan kebenaran yg sejati

Bukankah kita memang tercipta laki laki dan wanita
dan menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa yang pasti berbeda

Bukankah kita memang harus saling mengenal dan menghormati
bukan untuk saling bercerai-berai dan berperang angkat senjata

—-

Andai Ahmad Dhani bisa mempertahankan integritasnya, baik secara agama maupun musikalitas (tidak dengan membubarkan band yang membesarkannya), mungkin saya masih saya ikuti perkembangannya hingga sekarang.

Kampoeng Jazz

  • dohets: pokoknya yang sekarang harus bisa di depan
  • dohets: biar gak ketutupan
  • dohets: apa gue pake enggrang :?
  • Jul: naik ridging panggung git
  • Jul: sambil gelantungan
  • dohets: sambil muter2in kaos ye
  • dohets: *serem
  • Jul: bawa bendera slank
  • dohets: eaaaak
  • Jul: acaranya berubah jadi Jazz Kampoeng
  • dohets: -____________-

Walk by Foo Fighters, the very first Foo Fighters song I really enjoyed. A song about starting something over and over again.

Oh, and playing music even when you already wear a tie everyday :p

Take a Trip live @ ITB

Salah satu cita-cita selama berkuliah adalah membawa ketiga orang ini ke sebuah panggung pertunjukan di ITB.

Dan hari Sabtu lalu cita-cita tersebut telah tercapai. Alhamdulillah.

Kuasa Allah. How cool is that? :)

Pindahan

Berhubung Wordpress saya sedang ‘dibajak’ oleh Tugas 1 Bangunan Lepas Pantai II, rasanya tidak ada salahnya sesekali kembali mengisi halaman Tumblr.

Wow, tingkat akhir. Rasanya saya belum cukup lama berkuliah di kampus ini. Atau mungkin gara-gara saya kurang partisipatif di kegiatan kampus?

Pemikiran di atas tadi terlintas belakangan ini, dimana waktu kuliah di kelas sudah banyak berkurang dan perlahan nampaknya saya lebih aware dengan kondisi sekitar, mengenal apa saja pergerakan-pergerakan di kampus jauh lebih dalam, dan tentunya mengenal diri sendiri lebih baik.

Untungnya, saya masih dikelilingi oleh sahabat-sahabat terbaik. Mungkin bukan sahabat yang selalu kita temui tiap hari, namun mereka yang selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Disaat mahasiswa lain yang seangkatan saya sedang sibuk dengan urusan Tugas Akhirnya, pekan ini saya malah terfokus pada suatu hal yang lebih menarik bagi saya: manggung di M-Fest bersama rekan-rekan seperjuangan sejak SMA. Suatu kesempatan langka pada acara-acara di ITB dimana anggota band tidak harus semuanya berkuliah di ITB, dan hal tersebut saya temukan disaat saya sedang nge-random. Seperti yang seorang teman saya tadi siang bilang, ‘kayaknya kalau mau ketemu harus random deh’.

PS: Mudah-mudahan terjadi momen random lagi, there are so much interesting things to share! Haha

Indonesia is a strange place, at the moment. It’s not quite an emerging market, but it’s certainly more than developed — at least the more wealthy areas are. The rich are very rich, and the poor are extremely poor. It’s the almost-“1 percent argument” all over again. For Apple, hitting the market with a single Apple Store may make sense to serve those who can afford phones, but for now China and the rest of Asia — where the stable cash flow actually is — needs to remain in focus.

There’s money in Indonesia — albeit from a tiny proportion of the population — but it could be a route into other markets in the region.

CNET Article, ”Apple eyes retail revival in Indonesia”, Tuesday, January 22, 2013